Hidroponik

Bertanam dengan sistem hidroponik sangat trend di era sekarang,bahkan banyak teman media sosial yang telah sukses bercocok tanam dengan sistem ini,ada juga yang sudah berhasil menjadikan bisnis besar,ayo ikut jejak mereka!

Saya pun ingin mencoba mengikuti jejak teman teman yang telah sukses dalam dunia hidroponik,semoga bisa tersalurkan hasrat saya dalam hidroponik,sukur sukur bisa jadi sukses seperti teman teman,untuk saat ini hanya sekedar hobi aja dulu,hehe.
hidroponik
Hidroponik


Hidroponik atau bercocok tanam tanpa media tanah dengan mengutamakan pupuk nutrisi tanaman yang di larutkan dalam air sebagai media pengganti tanah,sangat cocok di terapkan dalam berbagai tempat,baik dataran tinggi atau rendah,karena dengan sistem ini biasanya tanaman sudah tercukupi nutrisinya,sehingga tidak terlalu sulit beradaptasi dengan musim dan suhu udara.

Hidroponik identik dengan jenis tanaman yang berumur pendek,seperti sawi,bayam,brokoli,kangkung dan masih banyak lagi jenis tanaman yang berumur pendek lainnya,karena selain tidak memakan tempat,sistem hidroponik menghasilkan tanaman yang lebih hijau segar dan bebas dari pestisida,sangat baik untuk di konsumsi atau sekedar di lihat keindahannya,karena sistem tempat bertanam dan hasil tanaman lebih menarik.

Sistem hidroponik termasuk bercocok tanam dengan modal keuangan,terutama untuk tempat menanam,pembelian benih dan pupuk,apalagi jika berniat untuk bisnis besar dibutuhkan ilmu hidroponik yang wajib di kuasai agar berhasil,tetapi untuk sekedar hobi dan hiasan rumah,bisa menggunakan modal kecil dan media tanam sederhana seperti botol bekas yang tidak terpakai.

Seiring perkembangan teknologi modern seperti sekarang,sistem hidroponik semakin canggih dan sudah banyak perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis tanaman hidroponik ini yang sudah menggunakan bantuan mesin dalam sistem tanam maupun panen,bahkan beberapa perusahaan hidroponik yang telah sukses seperti PT parung farm,memberi kesempatan untuk anda yang berniat mendalami ilmu hidroponik dengan membuka kursus hidroponik untuk belajar yang pastinya di kenakan biaya.

Untuk menjalankan sistem hidroponik sederhana atau sekedar ingin mencoba,untuk para pemula seperti saya sangat di mudahkan dengan banyaknya paket hidroponik kecil yang di tawarkan oleh mereka yang telah sukses dalam bidang ini,contohlah kita mencari info hidroponik di marketplace seperti bukalapak,tokopedia,shopee akan sangat banyak menemukan penawaran paket dengan harga terjangkau untuk tahap percobaan dan biasanya sudah di lengkapi dengan buku panduan yang akan memeprmudah kita dalam belajar hidroponik.

Jika anda ingin mencoba bertanam dengan sistem hidroponik dan tidak ingin repot,pastinya akan memilih beli paket hidroponik yang sudah banyak di tawarkan,tetapi jika anda ingin belajar hidroponik sederhana dengan sedikit biaya,pastinya kita harus mempersiapkan bahan bahan yang di butuhkan terlebih dahulu.

Secara garis besar,bahan hidroponik tidak terlalu banyak,biasanya meliputi bibit tanaman,media tanam dan pupuk untuk nutrisi tanaman yang nantinya akan di gunakan.Untuk bibit mungkin bisa mencoba membuat sendiri dari beberapa tanaman yang ada di pasar,seperti cabai,tomat,paprika dan masih banyak lagi.Tetapi jika kurang yakin dengan bibit yang di hasilkan,bisa mencoba membeli pada agen bibit yang terbukti menjual bibit tanaman hidroponik bagus.

Untuk bibit tanaman,biasanya memerlukan tahap penyemaian hingga biji bibit tanaman tumbuh beberapa daun,yang pastinya memerlukan tehnik penyemaian dan waktu beberapa hari sampai benar benar bibit tanaman tersebut di rasa siap untuk di pindahkan ke media tanam yang telah di siapkan.

Untuk media tanam,biasanya beberapa orang langsung membeli hidroponik kit yang siap pakai,ada juga yang membuat sendiri dengan media paralon PVC atau botol bekas,styrofoam ,ember,baskom atau media lain yang sejenis. beberapa bahan pendukung lain seperti selang,arang sekam,batu bata merah sebagai pengganti tanah jika di perlukan.Adapun alat untuk membuat media tanam yang harus di siapkan seperti pisau ,bor,gergaji dan alat lain yang di rasa perlu untuk proses pembuatan media tanam tersebut.

Untuk pupuk hidroponik umumnya menggunakan pupuk A/B MIX yang dengan mudah di beli di toko online atau toko pertanian,ada juga yang meramu pupuk sendiri dengan beberapa bahan yang mungkin sedikit repot dan harus benar benar paham bahan apa saja yang di gunakan.

Dengan tidak adanya tanah sebagai media tanam,bercocok tanam dengan sistem hidroponik ini sangat mengandalkan pupuk yang nantinya akan di larutkan dalam air sebagai nutrisi tanaman agar tumbuh segar.

Dalam sistem hidroponik,biasanya ada beberapa peralatan pendukung yang perlu di siapkan,terutama alat pengecekan nutrisi tanaman agar kita bisa mengetahui kandungan air dan nutrisi pupuk yang sesuai untuk tanaman yang telah kita siapkan.Biasanya para penggiat hidroponik menggunakan PH meter untuk pengukuran nutrisi yang di butuhkan tanaman dan TDS meter untuk mengukur kandungan zat dalam air yang nantinya dapat berpengaruh terhadap daya serap akar.Jika daya serap akar kurang terhadap nutrisi yang telah kita buat,maka akan bedampak kurang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Kelebihan sistem hidroponik antara lain:

  • Penggunaan lahan lebih efisien
  • Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah
  • Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih
  • Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
  • Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah

Kekurangan sistem hidroponik antara lain:

  • Membutuhkan modal jika ingin membuat hidroponik dengan skala besar
  • Membutuhkan ketelitian dan pengawasan extra untuk perawatannya
  • Memerlukan ketrampilan khusus

Pada kultur substrat, kapisitas memegang air media substrat lebih kecil dari pada media tanah sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius.
Di Indonesia, hidroponik yang berkembang pertama kali yaitu hidroponik substrat, setelah hidroponik substrat, hidroponik NFT (Nutrien Film Technique) mulai dikenal di Indonesia, kemudian berkembang pula hidroponik aeroponik yang memberdayakan udara.

Hidroponik Subtrat. Sistem hidroponik subtrat tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah. Bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai media tanam pada hidroponik metode subtrat adalah arang sekam, pasir, kerikil, batu apung, cocopeat, rockwool, dan spons.

Media-media tersebut harus steril, bisa menyimpan air sementara, porous, dan bebas dari unsur hara. Media tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan air nutrisi sementara dan tempat tersebut berfungsi sebagai tempat berpijak akar. Sistem irigasi tetes digunakan untuk menyuplai kebutuhan unsur hara dari air nutrisi yang disiram ke tanaman menggunakan

Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique). Kata “film“ dalam hidroponik nutrien film technique menunjukkan aliran air tipis. Hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai medianya. NFT merupakan model budidaya dengan meletakan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal.

Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran bisa berkembang di dalam larutan nutrisi karena disekeliling perakaran terdapat selapis larutan nutrisi, maka sistem ini dikenal dengan nama nutrien film technique.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel